FikriaNet
Website Resmi Fikri Prima Adiyatma.
Bersama Meraih Masa Depan
Bersama Meraih Masa Depan
Rabu, 01 April 2015
Selasa, 24 Maret 2015
Puisi Rembulan {FPA};'sw3412
Rembulan
Indahnya bagai sejuta taman
Menyinari dan Memberi Harapan
Akan cerahnya masa depan
Harapan Demi Harapan
Ku berharap tuhan mengabulkan
Datanglah dia
Bagai Mawar yang indah
Kalah hangatnya sang surya
Sungguh dia
Anugerah Terindah
Hangat bersamnya
Bahagia Bersamnya
Ketahuilah
Tuhan Akan mengabulkan
Jika hambanya mau berusaha
Yang ku mau bukanlah,
Orang yang memelihara lawannya
Tetapi Bulan dan Bintang
Yang selalu bersama tiap malam
Terlihat seperti sebuah kebohongan
bagai Unta yang menyeret kawannya
bukan Seperti ibu mendoakan anaknya
bukan seperti anak yang mendurhakai ibunya
tetapi Kedua insan yang mendoakan
Tak satupun orang,
Didunia ini yang tau rencana Tuhan
Jadi berharaplah yang kau yakini jadi kenyataan
Semoga sang bintang bisa bertahan
Dari segala cobaan
Yang kemudian
Bagai musim semi dan
Bunga yang bermekaran
Ya bermekaran
Sejuta Taman.....
Ku hanya ungkapkan
Tetapi tersimpan ribuan makna
Yang ada di hati
Salsabilla Nagma
Paramyta Putri
Dirimu Selalu Dihati
(------------------------------)
(-----------------------------)
(-----------------------------)
Paramyta Putri
Kau puja'an hati
Indahnya bagai sejuta taman
Menyinari dan Memberi Harapan
Akan cerahnya masa depan
Harapan Demi Harapan
Ku berharap tuhan mengabulkan
Datanglah dia
Bagai Mawar yang indah
Kalah hangatnya sang surya
Sungguh dia
Anugerah Terindah
Hangat bersamnya
Bahagia Bersamnya
Ketahuilah
Tuhan Akan mengabulkan
Jika hambanya mau berusaha
Yang ku mau bukanlah,
Orang yang memelihara lawannya
Tetapi Bulan dan Bintang
Yang selalu bersama tiap malam
Terlihat seperti sebuah kebohongan
bagai Unta yang menyeret kawannya
bukan Seperti ibu mendoakan anaknya
bukan seperti anak yang mendurhakai ibunya
tetapi Kedua insan yang mendoakan
Tak satupun orang,
Didunia ini yang tau rencana Tuhan
Jadi berharaplah yang kau yakini jadi kenyataan
Semoga sang bintang bisa bertahan
Dari segala cobaan
Yang kemudian
Bagai musim semi dan
Bunga yang bermekaran
Ya bermekaran
Sejuta Taman.....
Ku hanya ungkapkan
Tetapi tersimpan ribuan makna
Yang ada di hati
Salsabilla Nagma
Paramyta Putri
Dirimu Selalu Dihati
(------------------------------)
(-----------------------------)
(-----------------------------)
Paramyta Putri
Kau puja'an hati
Sabtu, 14 Maret 2015
Federation Smart Student of Unity
Federation Smart Stundet of Unity
| Lambang Unity |

Bendera Unity
Nama : Federation Smart Student of Unity
Bentuk : Monarki Absolut
Luas : 9A , 9G , 9H
Kepala Grub : Yang Dipertuan Agung Sri Minggat Ngemengepesele I (Atha Herafif)
Perdana Menteri : Fikri Prima Adiyatma
Sekretariat Jenderal : Nabila Amalia
Lagu Kebangsaan : My Country
Kamis, 15 Januari 2015
Pidato SMPN 1 Mojokerto
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Yth Guru Bahasa indonesia Bapak Siswoyo serta Teman – teman
saya dari 9G yang berbahagia
Pertama marilah kita panjatkan
puja dan puji syukur kehadirat allah SWT yang telah melimpahkan rahmat taufik
serta hidayahnya kepada kita semua sehingga kita semua dapat berkumpul di kelas
ini dalam keadaan sehat wal’afiat, tak lupa sholawat serta salam kita lantunkan
kepada Nabi Besar Muhammad Rosullilah SAW yang telah membimbing kita dari jalan
penuh kesesatan menuju jalan kebenaran.
Hadirin yang berbahagia, Sudah 69
Tahun bangsa ini merdeka namun masih banyak permasalahan yang harus bangsa ini
hadapi , dari luar maupun dari dalam. Contohnya Kemiskinan yang masih meraja
lela ,pembangunan infrastruktur yang tidak merata , Hutang Negara yang tak
kunjung lunas ,Nilai tukar mata uang yang semakin lama semakin menurun serta
masih banyak lagi , Semua ini dikarenakan sumber daya manusia kita yang belum
bisa optimal, ingat pendiri bangsa kita memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini
dengan susah payah dan penuh pertumpahan darah, kita sebagai Generasi penerus
bangsa harus bisa melanjutkan Cita – cita bangsa ini.
APATIS? Mungkin itu sebutan untuk
generasi Muda zaman sekarang. Tidak peduli atas nasib bangsanya, kalian yang
membanggakan budaya asing tetapi lupa atas budaya sendiri , Kalian yang terlalu
bangga memakai produk impor tetapi melupakan produk dalam negeri . mungkin yang
ada di pikiran Generasi Muda zaman sekarang ini Makan , Minta uang Saku , Tidur
– tiduran , Mikirin Pacarnya ,lagi dimana ? Udah makan Apa belum? Takut
Pacarnya direbut orang. Ya memang hal yang wajar menurut saya, tetapi cobalah
untuk mengingat kembali direnungkan kembali bahwa kalianlah yang nanti akan
mengisi ,memegang kendali bangsa pada saatnya kelak. Ingat Malaysia sudah
mengeklaim Pulau serta budaya kita termasuk Batik dan Pulau Ligitan , kurikulum
Pendidikan kita yang semrawut, Korupsi sudah seperti hal yang wajar tolonglah
generasi penerus bangsa jangan apatis ,karena suatu saat kelak kalian yang akan
menentukan nasib bangsa ini agar bangsa ini dapat menggapi cita – citanya
kembali.
Harapannya agar kita semua
termasuk saya agar bisa menjadi generasi Bangsa yang Cerdas, Tegas , Berwibawa
dan memiliki Nasionalisme yang tinggi agar bisa membawa bangsa ini menjadi
bangsa yang berdaulat , Kuat, mandiri
tidak hanya bisa memakai produk luar negeri tetapi suatu saat kita akan bisa
membuat dan mengembangkannya sendiri senhingga Mutu dan kualitasnya lebih dari
produk luar Serta membuat bangsa ini menjadi bangsa yang disegani bangsa lain..
Amin.. ,
Akhir kata saya ingin berterima
kasih kepada Bapak Siswoyo dan teman – teman atas segala perhatiannya dan tak
lupa perminta maaf jika ada kata yang kurang berkenan.
Wabila hidaufik wal hidayah
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Kamis, 03 Juli 2014
PUISI NEGERIKU
NEGERIKU
Cipta : Fikri Prima
Adiyatma (12)(8G)(SMP 1 MJK)(Minggu ,25 Mei 2014)
Negeriku
Indah nan Hiaju Engaku
Tempatku
dilahirkan ibu
Dari sunggah
sampai menutup mataku
Negeriku
Ku tercipta tuk
mengabdi padamu
Bara Api
berkobar di Hati
Tanda korbanku
tuk Negeri , Indonesiaku satu
Tak pernah
berhenti
Mengabdi pada
negeri ini
Bagai bumi
menyinari matahari
Dari Dulu
hingga Masa nanti
Tapi hancurlah
kita
Yang berkuasa
tak lagi berwibawa
Sampah Tikus
Masyarakat bertebaran dimana – mana
Tanda – tanda
Hancurnya Bangsa
Senin, 09 September 2013
Peran Pancasila Sebagai Dasar Negara
PERAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA
Pengertian Pancasila sebagai dasar negara diperoleh dari alinea keempat
Pembukaan UUD 1945 dan sebagaimana tertuang dalam Memorandum DPR-GR 9 Juni 1966
yang menandaskan Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa yang telah dimurnikan
dan dipadatkan oleh PPKI atas nama rakyat Indonesia menjadi dasar negara
Republik Indonesia. Memorandum DPR-GR itu disahkan pula oleh MPRS dengan
Ketetapan No.XX/MPRS/1966 jo. Ketetapan MPR No.V/MPR/1973 dan Ketetapan
MPR No.IX/MPR/1978 yang menegaskan kedudukan Pancasila sebagai sumber dari
segala sumber hukum atau sumber dari tertib hukum di Indonesia.
Inilah sifat dasar Pancasila yang pertama dan utama, yakni sebagai dasar
negara (philosophische grondslaag) Republik Indonesia. Pancasila yang
terkandung dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945 tersebut ditetapkan sebagai
dasar negara pada tanggal 18 Agustus 1945 oleh PPKI yang dapat dianggap sebagai
penjelmaan kehendak seluruh rakyat Indonesia yang merdeka.
Dengan syarat utama sebuah bangsa menurut Ernest Renan: kehendak untuk
bersatu (le desir d’etre ensemble) dan memahami Pancasila dari
sejarahnya dapat diketahui bahwa Pancasila merupakan sebuah kompromi dan
konsensus nasional karena memuat nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh semua
golongan dan lapisan masyarakat Indonesia.
Maka Pancasila merupakan intelligent choice karena mengatasi
keanekaragaman dalam masyarakat Indonesia dengan tetap toleran terhadap adanya
perbedaan. Penetapan Pancasila sebagai dasar negara tak hendak menghapuskan
perbedaan (indifferentism), tetapi merangkum semuanya dalam satu
semboyan empiris khas Indonesia yang dinyatakan dalam seloka “Bhinneka Tunggal
Ika”.
Mengenai hal itu pantaslah diingat pendapat Prof.Dr. Supomo: “Jika kita
hendak mendirikan Negara Indonesia yang sesuai dengan keistimewaan sifat dan
corak masyarakat Indonesia, maka Negara kita harus berdasar atas aliran pikiran
Negara (Staatside) integralistik … Negara tidak mempersatukan diri
dengan golongan yang terbesar dalam masyarakat, juga tidak mempersatukan diri
dengan golongan yang paling kuat, melainkan mengatasi segala golongan dan
segala perorangan, mempersatukan diri dengan segala lapisan rakyatnya …”
Penetapan Pancasila sebagai dasar negara itu memberikan pengertian bahwa
negara Indonesia adalah Negara Pancasila. Hal itu mengandung arti bahwa negara
harus tunduk kepadanya, membela dan melaksanakannya dalam seluruh
perundang-undangan. Mengenai hal itu, Kirdi Dipoyudo (1979:30) menjelaskan:
“Negara Pancasila adalah suatu negara yang didirikan, dipertahankan dan
dikembangkan dengan tujuan untuk melindungi dan mengembangkan martabat dan
hak-hak azasi semua warga bangsa Indonesia (kemanusiaan yang adil dan beradab),
agar masing-masing dapat hidup layak sebagai manusia, mengembangkan dirinya dan
mewujudkan kesejahteraannya lahir batin selengkap mungkin, memajukan
kesejahteraan umum, yaitu kesejahteraan lahir batin seluruh rakyat, dan
mencerdaskan kehidupan bangsa (keadilan sosial).”
|
2
|
Pancasila seperti yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 dan ditegaskan
keseragaman sistematikanya melalui Instruksi
Presiden No.12 Tahun 1968 itu tersusun secara
hirarkis-piramidal. Setiap sila (dasar/ azas) memiliki hubungan yang saling
mengikat dan menjiwai satu sama lain sedemikian rupa hingga tidak dapat
dipisah-pisahkan. Melanggar satu sila dan mencari pembenarannya pada sila
lainnya adalah tindakan sia-sia. Oleh karena itu, Pancasila pun harus dipandang
sebagai satu kesatuan yang bulat dan utuh, yang tidak dapat dipisah-pisahkan.
Usaha memisahkan sila-sila dalam kesatuan yang utuh dan bulat dari Pancasila
akan menyebabkan Pancasila kehilangan esensinya sebagai dasar negara.
Sebagai alasan mengapa Pancasila harus dipandang sebagai satu kesatuan yang
bulat dan utuh ialah karena setiap sila dalam Pancasila tidak dapat
diantitesiskan satu sama lain. Secara tepat dalam Seminar Pancasila tahun 1959,
Prof. Notonagoro melukiskan sifat hirarkis-piramidal Pancasila dengan
menempatkan sila “Ketuhanan Yang Mahaesa” sebagai basis bentuk piramid
Pancasila. Dengan demikian keempat sila yang lain haruslah dijiwai oleh sila
“Ketuhanan Yang Mahaesa”. Secara tegas, Dr. Hamka mengatakan: “Tiap-tiap orang
beragama atau percaya pada Tuhan Yang Maha Esa, Pancasila bukanlah sesuatu yang
perlu dibicarakan lagi, karena sila yang 4 dari Pancasila sebenarnya hanyalah
akibat saja dari sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa.”
Dengan demikian dapatlah disimpulkan bahwa Pancasila sebagai dasar negara
sesungguhnya berisi:
- Ketuhanan yang
mahaesa, yang
ber-Kemanusiaan yang adil dan beradab, yang ber-Persatuan Indonesia, yang
ber-Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/ perwakilan, serta ber-Keadilan sosial bagi seluruh rakyat
Indonesia.
- Kemanusiaan yang
adil dan beradab, yang
ber-Ketuhanan yang mahaesa, yang ber-Persatuan Indonesia, yang
ber-Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/ perwakilan, dan ber-Keadilan sosial bagi seluruh rakyat
Indonesia.
- Persatuan
Indonesia, yang
ber-Ketuhanan yang mahaesa, yang ber-Kemanusiaan yang adil dan beradab,
ber-Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/ perwakilan, dan ber-Keadilan sosial bagi seluruh rakyat
Indonesia.
- Kerakyatan yang
dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan, yang ber-Ketuhanan yang mahaesa, yang
ber-Kemanusiaan yang adil dan beradab, yang ber-Persatuan Indonesia, dan
ber-Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
- Keadilan sosial
bagi seluruh rakyat Indonesia, yang
ber-Ketuhanan yang mahaesa, yang ber-Kemanusiaan yang adil dan beradab,
yang ber-Persatuan Indonesia, dan ber-Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat
kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan
Langganan:
Komentar (Atom)